Sabtu, 29 Juli 2023

Narkotika



#BNN #StopNarkoba #CegahNarkoba 

Saat ini bahaya dan dampak narkoba atau narkotika dan obat-obatan pada kehidupan dan kesehatan pecandu dan keluarganya semakin meresahkan.

Bagai dua sisi mata uang narkoba menjadi zat yang bisa memberikan manfaat dan juga merusak kesehatan. Seperti yang sudah diketahui, ada beberapa jenis obat-obatan yang termasuk ke dalam jenis narkoba yang digunakan untuk proses penyembuhan karena efeknya yang bisa menenangkan. Namun jika dipakai dalam dosis yang berlebih, bisa menyebabkan kecanduan. Penyalahgunaan ini mulanya karena si pemakai merasakan efek yang menyenangkan.

Dari sinilah muncul keinginan untuk terus menggunakan agar bisa mendapatkan ketenangan yang bersifat halusinasi. Meski dampak narkoba sudah diketahui oleh banyak orang, tetap saja tidak mengurangi jumlah pemakainya.

Bahaya narkoba hingga menjadi kecanduan tersebut memang bisa disembuhkan, namun akan lebih baik jika berhenti menggunakannya sesegera mungkin atau tidak memakai sama sekali.

Pengertian Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)


Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Sementara menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Obat-obatan tersebut dapat menimbulkan kecanduan jika pemakaiannya berlebihan. Pemanfaatan dari zat-zat itu adalah sebagai obat penghilang nyeri serta memberikan ketenangan. Penyalahgunaannya bisa terkena sanksi hukum. Untuk mengetahui apa saja jenis dan bahaya narkoba bagi kesehatan, simak ulasannya berikut ini.

Jenis-jenis Narkoba (Narkotika dan Obat-obatan)

Kandungan yang terdapat pada narkoba tersebut memang bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Menurut UU tentang Narkotika, jenisnya dibagi menjadi menjadi 3 golongan berdasarkan pada risiko ketergantungan.

Narkotika Golongan 1

Narkotika golongan 1 seperti ganja, opium, dan tanaman koka sangat berbahaya jika dikonsumsi karena beresiko tinggi menimbulkan efek kecanduan.

Narkotika Golongan 2

Sementara narkotika golongan 2 bisa dimanfaatkan untuk pengobatan asalkan sesuai dengan resep dokter. Jenis dari golongan ini kurang lebih ada 85 jenis, beberapa diantaranya seperti Morfin, Alfaprodina, dan lain-lain. Golongan 2 juga berpotensi tinggi menimbulkan ketergantungan.

Narkotika Golongan 3

Dan yang terakhir, narkotika golongan 3 memiliki risiko ketergantungan yang cukup ringan dan banyak dimanfaatkan untuk pengobatan serta terapi.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada beberapa jenis narkoba yang bisa didapatkan secara alami namun ada juga yang dibuat melalui proses kimia. Jika berdasarkan pada bahan pembuatnya, jenis-jenis narkotika tersebut di antaranya adalah:

Narkotika Jenis Sintetis

Jenis yang satu ini didapatkan dari proses pengolahan yang rumit. Golongan ini sering dimanfaatkan untuk keperluan pengobatan dan juga penelitian. Contoh dari narkotika yang bersifat sintetis seperti Amfetamin, Metadon, Deksamfetamin, dan sebagainya.

Narkotika Jenis Semi Sintetis

Pengolahan menggunakan bahan utama berupa narkotika alami yang kemudian diisolasi dengan cara diekstraksi atau memakai proses lainnya. Contohnya adalah Morfin, Heroin, Kodein, dan lain-lain.

Narkotika Jenis Alami

Ganja dan Koka menjadi contoh dari Narkotika yang bersifat alami dan langsung bisa digunakan melalui proses sederhana. Karena kandungannya yang masih kuat, zat tersebut tidak diperbolehkan untuk dijadikan obat. Bahaya narkoba ini sangat tinggi dan bisa menyebabkan dampak buruk bagi kesehatan jika disalahgunakan. Salah satu akibat fatalnya adalah kematian.

Bahaya dan Dampak Narkoba pada Hidup dan Kesehatan

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Meski ada beberapa jenis yang diperbolehkan dipakai untuk keperluan pengobatan, namun tetap saja harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter. Ada banyak bahaya narkoba bagi hidup dan kesehatan, di antaranya adalah:

Dehidrasi

Penyalahgunaan zat tersebut bisa menyebabkan keseimbangan elektrolit berkurang. Akibatnya badan kekurangan cairan. Jika efek ini terus terjadi, tubuh akan kejang-kejang, muncul halusinasi, perilaku lebih agresif, dan rasa sesak pada bagian dada. Jangka panjang dari dampak dehidrasi ini dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Halusinasi

Halusinasi menjadi salah satu efek yang sering dialami oleh pengguna narkoba seperti ganja. Tidak hanya itu saja, dalam dosis berlebih juga bisa menyebabkan muntah, mual, rasa takut yang berlebih, serta gangguan kecemasan. Apabila pemakaian berlangsung lama, bisa mengakibatkan dampak yang lebih buruk seperti gangguan mental, depresi, serta kecemasan terus-menerus.

Menurunnya Tingkat Kesadaran

Pemakai yang menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang berlebih, efeknya justru membuat tubuh terlalu rileks sehingga kesadaran berkurang drastis. Beberapa kasus si pemakai tidur terus dan tidak bangun-bangun. Hilangnya kesadaran tersebut membuat koordinasi tubuh terganggu, sering bingung, dan terjadi perubahan perilaku. Dampak narkoba yang cukup berisiko tinggi adalah hilangnya ingatan sehingga sulit mengenali lingkungan sekitar.

Kematian

Dampak narkoba yang paling buruk terjadi jika si pemakai menggunakan obat-obatan tersebut dalam dosis yang tinggi atau yang dikenal dengan overdosis. Pemakaian sabu-sabu, opium, dan kokain bisa menyebabkan tubuh kejang-kejang dan jika dibiarkan dapat menimbulkan kematian. Inilah akibat fatal yang harus dihadapi jika sampai kecanduan narkotika, nyawa menjadi taruhannya.

Gangguan Kualitas Hidup

Bahaya narkoba bukan hanya berdampak buruk bagi kondisi tubuh, penggunaan obat-obatan tersebut juga bisa mempengaruhi kualitas hidup misalnya susah berkonsentrasi saat bekerja, mengalami masalah keuangan, hingga harus berurusan dengan pihak kepolisian jika terbukti melanggar hukum.

Pemakaian zat-zat narkotika hanya diperbolehkan untuk kepentingan medis sesuai dengan pengawasan dokter dan juga untuk keperluan penelitian. Selebihnya, obat-obatan tersebut tidak memberikan dampak positif bagi tubuh. Yang ada, kualitas hidup menjadi terganggu, relasi dengan keluarga kacau, kesehatan menurun, dan yang paling buruk adalah menyebabkan kematian. Karena itu, jangan coba-coba memakai barang berbahaya tersebut karena resikonya sangat tinggi bagi hidup dan kesehatan

Pacaran Sehat dan Positif

Pacaran Sehat dan Positif Bisa Langgeng Sampai Pernikahan
 






Tidak ada resep pasti untuk hubungan yang dapat membawa pada pernikahan yang langgeng. Namun kamu dapat membangun hubungan yang sehat dengan pasangan selama berpacaran ini dan mengenali gambaran karakternya saat menjadi suami kelak. 


Hubungan pacaran yang sehat penting untuk kesejahteraan emosional Genbest. Apa tanda pacaran yang sehat itu? Studi menunjukkan bahwa orang yang punya hubungan yang sehat akan lebih banyak bahagia dan lebih sedikit stres karena merasa dicintai dan didukung.

Tertarik untuk menciptakan pacaran yang sehat yang bisa membuka kamu ke jenjang lebih lanjut, pernikahan? Ini dia tipsnya:

 

1. Saling menghargai

Pacaran sehat ditandai dengan saling menghargai dan tanpa paksaan. Ada beberapa cara menghargai pasangan saat masih pacaran, seperti mengizinkan pasangan menikmati quality time dengan dirinya sendiri dan keluarga, atau mendukung kita mengejar cita-cita dan impian.

 
2. Komunikasi terbuka

Mau mendengarkan dan berkomunikasi satu sama lain menjadi hal penting dalam melanggengkan hubungan. Komunikasi yang baik dapat meningkatkan kepercayaan dan memperkuat ikatan di antarapasangan. Tanda kalau kamu punya komunikasi yang baik dengan pasangan, salah satunya kamu bisa membahas apa pun dengan pasangan, termasuk perihal pekerjaan, keuangan, hingga masalah kesehatan.


3. Memiliki kepercayaan

Kepercayaan adalah fondasi yang menguatkan hubungan kita dengan pasangan. Kepercayaan yang dimaksud adalah keyakinan kalau pasangan tidak akan berbohong dan setia. Kalau sudah sama-sama yakin dan percaya, pacaran yang sehat kemungkinan bisa dipertahankan hingga jenjang yang lebih serius.


4. Bisa bekerja sama

Pacaran sehat dapat ditandai dengan kerja sama yang baik satu sama lain. Maksudnya, Genbest dan pasangan saling mendukung untuk meraih impian masing-masing, bahkan mewujudkan impian bersama. Kerja sama yang baik menandakan kita sudah dewasa dan memiliki tujuan yang jelas. 


5. Problem solving

Dalam menjalin sebuah hubungan, pasti ada masalah yang muncul. Kalau Genbest dan pasangan bisa menyelesaikan masalah, berarti kita menjalani pacaran yang sehat. Jadi, kalau hanya salah satu dari kita saja yang berusaha menyelesaikan suatu masalah, bisa dikatakan hubungan pacaran kita tidak sehat, Genbest!

 

6. Mengelola konflik dengan baik 

Salah satu tanda pacaran sehat lainnya mampu mengelola konflik. Maksudnya, konflik tidak dianggap sebagai akhir dari segalanya. Konflik justru diterima dan dijadikan pelajaran di masa yang akan datang. Jadi, setiap ada konflik dan pasangan mengancam “putus”, artinya hubungan tersebut sulit dipertahankankarena, konflik harus diselesaikan dengan kepala dingin demi jalan keluar terbaik. 

 

7. Menjaga kasih sayang

Ada banyak pasangan yang kehilangan rasa sayang karena sudah kelamaan pacaran. Karena itulahmengapa penting mempertahankan kasih sayang dalam sebuah hubungan. Kalau kita berhasil membuat hubungan selalu berwarna dan tidak hambar, pacaran yang sehat pun dapat terjalin dengan baik, bahkan hingga jenjang pernikahan.

 

Nah, bagaimana hubungan Genbest dengan pasangan?

Bullying: Pengertian, Bentuk, dan Dampaknya


#IndonesiaMaju #AnakTerlindungi #StopBullying

Apa itu Bullying?

Bullying adalah suatu tindakan agresif yang dilakukan secara berulang yang dilakukan oleh satu kelompok pada satu individu tertentu. Bullying biasanya ditujukan untuk individu yang dinilai lebih lemah atau berbeda di antara kebanyakan individu lainnya.

Bullying dapat berupa verbal dan non-verbal. Bullhying verbal biasanya berupa cacian dan umpatan kebencian. Bullying non-verbal biasanya berupa kekerasan fisik. Bullying dilakukan dengan dasar kesenangan semata.

Dengan kata lain Bullying dapat menjadi kebiasaan yang buruk bagi banyak orang. Nah untuk menjauhkan diri kalian dari keinginan untuk melakukan Bullying, alangkah baiknya kalian mengetahui bentuk dan dampak dari Bullying.


Berikut Bentuk-Bentuk Bullying:

• Pelecehan verbal

Bentuk Bullying pertama adalah pelecehan verbal. Bullying ini berupa tindakan menghina, mencela, mengancam, atau melecehkan secara verbal korban dengan kata-kata yang merendahkan dan menyakitkan.

• Pelecehan fisik

Bentuk Bullying kedua adalah pelecehan fisik. Bullying ini melakukan tindakan kekerasan fisik seperti pukulan, tendangan, menjambak rambut, atau menganiaya secara fisik korban.

• Pelecehan sosial

Bentuk Bullying ketiga adalah pelecehan sosial. Bullying ini berupa tindakan mengecualikan, mengisolasi, atau menyebarkan gosip dan fitnah tentang korban. Pelaku juga bisa memanfaatkan media sosial atau teknologi untuk menyebarkan pesan negatif tentang korban.

• Pelecehan emosional

Bentuk bullying keempat adalah pelecehan emosional. Bullying ini menyebabkan stres, kecemasan, atau ketakutan pada korban melalui ancaman, intimidasi, atau penghinaan. Ini bisa mencakup mengancam untuk melukai korban atau mengancam keselamatan mereka.


Berikut Dampak Bullying:

• Dampak Emosional dan Mental

Bullying dapat menyebabkan gangguan emosional dan mental pada korban. Mereka mungkin mengalami kecemasan, depresi, stres, dan kehilangan kepercayaan diri. Bullying juga dapat menyebabkan isolasi sosial, perasaan kesepian, dan penurunan kualitas hidup secara keseluruhan.

• Masalah Kesehatan Mental

Korban bullying memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan masalah kesehatan mental seperti gangguan kecemasan, gangguan suasana hati, dan gangguan makan seperti anoreksia atau bulimia. Beberapa korban bahkan dapat mengalami pemikiran atau perilaku bunuh diri.

• Gangguan Fisik

Bullying dapat menyebabkan cedera fisik pada korban, baik secara langsung melalui pelecehan fisik atau secara tidak langsung melalui stres kronis. Cedera fisik dapat berkisar dari lebam, memar, hingga luka yang lebih serius. Selain itu, stres yang berkepanjangan dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit fisik.

• Performa Akademik yang Menurun

Korban bullying seringkali mengalami kesulitan dalam fokus, belajar, dan berpartisipasi dalam lingkungan akademik. Hal ini dapat menyebabkan penurunan performa akademik, absensi yang tinggi, dan penurunan minat terhadap pendidikan.

• Gangguan Hubungan dan Sosial

Bullying dapat merusak hubungan sosial korban. Mereka mungkin kesulitan mempercayai orang lain, mengembangkan persahabatan, atau berinteraksi secara sosial. Hal ini dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas hubungan dan interaksi sosial mereka di masa depan.

Kenakalan Remaja: Pengertian dan Contoh, Yuk Sama-sama Mencegahnya!


Kenakalan remaja terkadang mewarnai proses pendewasaan diri manusia muda yang disebut remaja. Tingkah laku ini ada yang wajar hingga di luar batas kewajaran. Mari sama-sama mencegahnya!

Remaja adalah manusia muda yang masih berada dalam tahap perkembangan. Dalam masa ini pemuda dan pemudi sudah tidak bisa disebut sebagai anak-anak lagi, tetapi belum bisa juga disebut dewasa. Oleh karena itu, masa ini disebut juga masa peralihan dari kanak-kanak menjadi dewasa.

Kenakalan remaja, seperti vandalisme dan tawuran, sering dijumpai di lingkungan masyarakat.

Hal ini menandakan bahwa nilai budaya bangsa yang dimiliki remaja telah luntur, sehingga aksinya tersebut bisa dikategorikan sebagai kenakalan remaja.

Untuk mengetahui penjelasan lengkap lainnya seputar kenakalan remaja. Berikut simak penjelasan artikel di bawah ini.


Pengertian Kenakalan Remaja

Dalam bahasa Inggris, istilah kenakalan remaja disebut juga juvenile delinquency. Kenakalan remaja adalah perbuatan anak remaja (usia belasan) yang melanggar nilai dan norma sosial serta mengganggu ketertiban umum. Perilaku ini dapat menimbulkan kerugian bagi diri pelaku sendiri dan masyarakat.

Pada umumnya, kenakalan remaja ditandai oleh dua karakteristik, yaitu adanya keinginan untuk melawan dan adanya sikap apatis (acuh atau cuek) yang disebabkan rasa kecewa terhadap suatu kondisi yang terjadi di dalam masyarakat.

Orang tua dan pihak berwenang wajib mengontrol perkembangan perilaku remaja karena mereka lebih terbuka dan mudah menerima perubahan (bersifat permissive). Pengawasan dapat dilakukan dengan menanamkan nilai dan norma yang sesuai, demikian dikutip dari buku Sosiologi SMP/MTs Kls IX (KTSP) oleh Mulat Wigati Abdullah.


Bentuk-Bentuk Kenakalan Remaja

Dikutip dari buku Pendidikan Budi Pekerti SMP Kelas VIII oleh Tim Budi Pekerti, kenakalan remaja digolongkan dalam dua kelompok besar, yakni:


1. Kenakalan yang Tidak Melanggar Hukum

Penyelesaian terhadap kenakalan ini tidak bisa dilakukan sesuai undang-undang, karena tidak diatur di dalam kita undang-undang. Beberapa contoh kenakalan remaja yang tidak melanggar hukum, di antaranya:

Melakukan tindakan-tindakan indisipliner (melanggar disiplin), di sekolah, di rumah, dan tempat-tempat umum. Misalnya, pergi meninggalkan sekolah tanpa sepengetahuan pihak sekolah

• Kabur, meninggalkan rumah tanpa izin orang tua

• Keluyuran, pergi sendiri atau berkelompok tanpa tujuan dan kerap kali menimbulkan perbuatan iseng yang negatif

• Berpesta semalaman suntuk tanpa pengawasan, sehingga terjerumus ke dalam tindakan-tindakan yang kurang bertanggung jawab (amoral dan sosial)

• Membaca buku-buku cabul dan kebiasaan mempergunakan bahasa yang tidak sopan

• Melacurkan diri demi mendapatkan uang atau karena tujuan lainnya

• Berpakaian tidak pantas


2. Kenakalan yang Melanggar Hukum

Kenakalan yang melanggar hukum bisa disebut juga sebagai kejahatan. Kenakalan remaja semacam ini seyogyanya dilakukan sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku, sama dengan perbuatan melanggar hukum yang dilakukan orang dewasa. Berikut beberapa contoh kenakalan yang melanggar hukum, di antaranya:

• Memakai dan mengedarkan obat-obatan terlarang

• Pelanggaran tata susila: menjual buku, foto, atau film porno

• Aksi corat-coret dan perusakan (vandalisme) di tempat-tempat umum

• Kelompok tawuran

• Pemerkosaan

 • Penganiayaan

• Pencurian dan penipuan

• Perjudian dan segala bentuk permainan yang menggunakan uang taruhan

• Mengebut di jalan raya, seperti mengendarai mobil atau sepeda motor di tengah-tengah keramaian kota dengan kecepatan diatas maksimal

• Memiliki atau membawa benda-benda yang membahayakan orang lain, sehingga mudah terangsang untuk menggunakannya. Misalnya, pisau, pistol, dan lain sebagainya.

• Minum-Minuman Keras


Saran Penanggulan Kenakalan Remaja

Penanggulangan kenakalan remaja membutuhkan kerjasama dari semua pihak, yaitu keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah serta remaja itu sendiri. Berikut saran upaya penanggulangan kenakalan remaja, seperti dikutip di buku Komunikasi oleh Zurriyatun Thoyibah, yaitu:


1. Tindakan Preventif/Pencegahan

a. Mempersiapkan mental anak memasuki memasuki masa remaja. Anak diperkenalkan pada pertumbuhan fisik dan jiwanya sendiri. Dengan demikian, anak tidak bingung menyaksikan perubahan yang terjadi di dalam dirinya.

b. Menanamkan pendidikan mental melalui pengajaran agama, budi pekerti, etiket, dan memberi teladan.

c. Remaja harus pandai memilih teman dalam bergaul. Hindari menjalin pergaulan dengan teman-teman yang dirasa bisa membawa dampak buruk.

d. Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang dengan kegiatan positif, yang dapat mengembangkan kemampuan sesuai minat dan bakat. Misalnya, bergabung dalam kegiatan olahraga, teater, dsb.

e. Memberikan pendidikan seks, sehingga tidak terjadi penyelewengan yang melanggar susila.

f. Bagi keluarga, harus berusaha untuk membina dan meningkatkan kualitas hubungan anggota keluarga melalui komunikasi efektif, sehingga kasih sayang, perhatian, dan proses penyampaian nilai dan norma dapat terlaksana dengan baik.

g. Setiap sekolah, memiliki klinik bimbingan psikologis dan edukatif untuk memperbaiki tingkah laku remaja, menyediakan sarana dan prasarana yang memadai, meningkatkan kualitas guru, mengembangkan metode dan strategi mengajar terutama terkait dengan pendidikan moral dan budi pekerti, sehingga membuat siswa merasa nyaman untuk belajar dan materi yang disampaikan secara maksimal.


2. Tindakan Represif

Tindakan represif ini berupa pemberian sanksi atau hukuman ketika seseorang melakukan pelanggaran. Metode tindakan ini dijalankan aparat keamanan, seperti Polisi, bersifat menekan, memaksa, dan mengekang sehingga tindakan ini diharapkan para pelaku berpikir dua kali.


3. Tindakan Kuratif

Tindakan ini meliputi mengajarkan kepada remaja untuk memecahkan masalah, kontrol diri, dan mengembangkan perilaku prososial yaitu mengajarkan persahabatan dan komunikasi yang baik sehingga mereka dapat berinteraksi secara positif terhadap lingkungan.

Selain itu, diberikan program pelatihan bagi orang tua agar mampu berinteraksi dan berkomunikasi efektif dengan anak-anaknya, sekaligus mengajarkan strategi memecahkan masalah.


4. Tindakan Rehabilitasi

Remaja yang sudah mengalami kenakalan remaja memerlukan monitoring secara terus menerus dan konsisten agar tidak mempunyai peluang kambuh lagi, maka diperlukan tindakan rehabilitasi.

Tindakan rehabilitasi terletak pada pusat-pusat rehabilitasi anak seperti Wisma Pamardi Siwi (Kepolisian), panti asuhan untuk rehabilitasi anak nakal/korban narkotika (Departemen Sosial). Kerja sama yang aktif dibutuhkan antara keluarga, pendidikan, dan masyarakat dalam membantu proses rehabilitasi.


Nah, itu dia penjelasan mengenai kenakalan remaja. Semoga dengan artikel ini dapat menambah wawasan untuk berhati-hati agar tidak terpengaruh aksi kenakalan remaja.

 

Setelah Lulus Sekolah, Lanjut Kuliah atau Cari Kerja?

 Setelah Lulus Sekolah, Lanjut Kuliah atau Cari Kerja??




Sebuah pertanyaan yang sederhana, tetapi membutuhkan jawaban yang tidak mudah. Jika hanya menuruti keinginan seorang anak tentunya jawabannya akan sangat mudah. Tetapi kenyataannya, seorang anak tidak hidup seorang diri. 

Dia hidup dalam bayang-bayang orangtuanya, dan orangtua juga punya keinginan tentang masa depan anaknya. Walaupun banyak juga orang tua yang membiarkan anaknya menentukan pilihannya sendiri. Tetapi tetap saja, orangtua akan melakukan pengawasan atau paling tidak mengamati dari jauh

Banyak yang bingung akan dua pilihan, mau kerja atau kuliah? Pertimbangan Setelah Lulus SMA dan SMK supaya tau jawaban yang tepat untuk dirimu sendiri mengenai pilihan kerja atau kuliah ini.

Apabila kalian berada pada fase tersebut yaitu paling terjadi setelah lulus SMA dan SMK atau MA, Sebaiknya kamu baca artikel ini sampai tuntas demi masa depan.

Pemikiran kerja atau kuliah mungkin sudah ada di benak banyak orang bahkan sejak masih duduk di bangku SMP. Di Indonesia, seseorang yang berada di jenjang SMP bisa memilih dua jenjang yaitu SMA atau SMK.

Sehingga sejak SMP, kalian pasti sudah mempertimbangkan akan lanjut kemana dari dua pilihan tersebut. Kemudian pada masa SMA atau sederajat, kalian mempertimbangkan akan mengambil kuliah atau bekerja.

Sebenarnya pilihannya akan dikembalikan ke kalian lagi. Tetapi dengan membaca artikel ini, kalian memiliki pertimbangan untuk menentukan pilihan.


Untuk mengetahui mana yang seharusnya kalian pilih, kalian harus menjawab 4 pertanyaan di bawah ini.


 1. Tujuan, Passion, dan Motivasi

Sebelum memilih kuliah atau bekerja, kalian perlu tahu tujuan besar kalian. Kemungkinan besar kalian akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengetahui tujuan dan motivasi hidup. Tapi cobalah gunakan waktu yang ada untuk segera menemukan jawabannya.

Perlu diketahui bahwa kuliah memberikan kesempatan yang lebih baik dalam mencari pekerjaan. Akan tetapi tidak bisa menjamin kalian untuk langsung menemukan pekerjaan yang tepat. Selain itu ada banyak pekerjaan yang membutuhkan lulusan dari jurusan tertentu loh. Jika kalian tertarik pada satu profesi dan ternyata profesi itu membutuhkan lulusan dari jurusan tertentu, maka kalian perlu mengambil pilihan kuliah.

Sedangkan memilih bekerja memberikan kalian kesempatan untuk pensiun lebih awal karena kalian sudah membangun karir lebih awal daripada teman seumuran yang memilih kuliah. Tidak hanya itu, jika alasan kalian adalah untuk belajar. Sementara itu belajar memiliki makna yang luas, kalian harus menentukan belajar yang seperti apa. Sebab dengan bekerja pun kalian juga sedang melalui proses belajar.

Tidak sedikit juga yang kuliah sambil bekerja. Tentu akan sangat melelahkan. Namun kembali ke tujuan, passion, dan motivasi kalian dalam mengambil keputusan tersebut. Kalian yang tahu paham betul akan tujuan, passion, motivasi, dan energi kalian sendiri. Jika sudah tahu tidak akan bisa bertahan untuk kuliah sambil bekerja, alangkah baiknya untuk tidak coba-coba ya.

Mengetahui passion kalian berarti tahu apa yang kalian inginkan. Dengan mengetahui passion, akan lebih memudahkan kalian untuk memilih kuliah atau bekerja. Misalnya kalian punya passion mengajar, maka perlu mengambil kuliah dengan jurusan ilmu pendidikan.

Jika kalian tidak punya motivasi untuk belajar, ada baiknya langsung fokus mencari kerja dan mengembangkan pengalaman berdasarkan bidang yang digeluti. Pilihan tersebut lebih baik daripada kalian mengambil kuliah dan perlahan kehilangan motivasi untuk menyelesaikan studi dan berakhir dengan meninggalkan kuliah. Terutama kalau kalian sudah tahu kalau kalian bukan tipe yang suka belajar.


2. Kepuasan dan Kesejahteraan

Memilih kuliah atau bekerja berarti memikirkan mana yang akan mendatangkan kepuasan dan kesejahteraan untuk hidup kalian. Seperti yang sempat dijelaskan di pertanyaan pertama, kuliah tidak menjamin kalian akan mendapat pekerjaan yang tepat. Tetapi kuliah bisa memberikan pengalaman belajar yang berbeda bila dibandingkan anak-anak yang tidak kuliah.

Di sisi lain, jika memilih bekerja, kalian mungkin akan lebih mudah mencari pekerjaan lagi ketika dirasa tidak puas terhadap pekerjaan yang sedang dijalani. Sebab banyak tempat kerja yang merekrut orang-orang yang masih muda. Tapi pilihan lowongan pekerjaan untuk yang berusia tua cenderung semakin terbatas.

Mungkinkah di tengah menjalankan studi tiba-tiba kalian kehilangan motivasi kemudian merasa tidak puas? Mungkin saja. Meskipun ini terkesan menyeramkan tapi sebenarnya selalu ada solusi untuk setiap masalah.

Baik kuliah maupun bekerja, kalian pasti akan mengalami kejenuhan pada titik tertentu. Selanjutnya pada titik tertentu kalian merasa kewalahan karena tiba-tiba harus belajar banyak dalam rentang waktu tertentu. Jika beban dan resikonya bisa jadi sama, tetapi pilihan mana yang agak lebih baik? Mana yang bisa membuatmu merasa lebih puas dan sejahtera?


3. Faktor Uang dan Waktu

Pertimbangan untuk memilih bekerja atau kuliah selain soal tujuan hidup adalah soal waktu. Kalian mungkin khawatir tidak menggunakan waktu dengan tepat untuk menentukan pilihan yang bijak.

Pertimbangan lainnya adalah jika kalian memilih kuliah, berarti kalian harus menggunakan waktu kuliah sebaik mungkin agar lulus sesuai perkiraan waktu. Selama kuliah, kalian mempunyai waktu lebih banyak untuk bereksperimen dan bereksplorasi. Kalian bisa mengisi waktu dengan berbagai macam kegiatan. Misalnya jika kalian ingin magang selagi kuliah atau memilih pekerjaan paruh waktu.

Kalian mungkin berpikir kalau kuliah berarti punya banyak waktu tapi tidak punya banyak uang. Nah kalau kerja, maka kalian mempunyai uang tapi tidak punya banyak waktu. Sedangkan di usia yang masih muda, kalian membutuhkan uang dan waktu berlimpah bersamaan.

Tentu saja ada penjelasan lebih lanjut terkait bagaimana mengatur waktu yang baik. Bahkan jika memilih bekerja saja atau kuliah saja, kalian tetap harus bisa menerapkan manajemen waktu yang baik. Tapi sebelum ke sana, kalian dihadapkan pada kedua pilihan tersebut mengingat bebannya pun bisa jadi sama.

Dari pertimbangan uang dan waktu, mana yang kalian pilih? Jika bingung hendak memilih yang mana, pilihlah berdasarkan mana yang menurut kalian agak lebih baik atau tepat untuk diri kalian sendiri.


4. Pilihan Kalian itu Berarti

Kuliah atau bekerja bukan merupakan pilihan yang hitam putih. Tidak ada pilihan yang benar-benar salah dan tidak ada yang sepenuhnya benar. Apalagi seiring berjalannya waktu, pilihan dan kesempatan yang kalian miliki pun berkembang. Misalnya, adanya Perguruan Tinggi Vokasi yang bisa memberikan kalian kesempatan langsung bekerja setelah kuliah. Sehingga bisa mengakomodasi kalian yang ingin langsung kerja setelah kuliah.

Ditambah lagi di masa sekarang semakin banyak beasiswa yang tersedia. Sehingga jika yang menjadi kekhawatiran kalian adalah soal biaya, maka kalian bisa mencoba peruntungan mengikuti seleksi penerimaan beasiswa. Apalagi sekarang ini penyelenggara beasiswa semakin beragam, baik beasiswa dari pemerintah dan non pemerintah.

Mungkin kalian juga mempertimbangkan faktor-faktor lainnya untuk menentukan kerja atau kuliah, seperti faktor keluarga. Tapi pada akhirnya kalian yang melakukan dan menjalani hidup yang kalian pilih. Oleh sebab itu, pada poin ini menekankan bahwa pilihan pribadimu sangat penting.

Jika kalian sudah memiliki jawaban untuk pertanyaan pertama, maka dapat diarahkan sebagai berikut. Jika mengutamakan uang dan kenyataannya tidak suka belajar, maka kalian perlu memilih bekerja. Lalu jika menurut kalian waktu bukan masalah dan suka dengan kegiatan belajar, maka bisa memilih kuliah.

Tidak ada jaminan satu pilihan lebih baik daripada pilihan lainnya. Untuk itu, apa yang menjadi pilihan kalian sangatlah penting. Selama masih hidup, kalian selalu bisa memilih untuk mencoba lagi dan berusaha lagi.


Kesimpulan : Kuliah atau Kerja ? Kalian pilih apa..

Memilih kuliah atau kerja adalah salah satu fase yang cukup sulit. Pada usia yang masih relatif muda, kalian memang harus membuat keputusan ini. Jika kalian membutuhkan arahan, jangan malu untuk bertanya pada orang-orang di sekitar yang menurut kalian bisa membantu.

DNS Server Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Fungsinya

DNS Server Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Fungsinya Ketika kamu ingin mengunjungi sebuah website, maka kamu harus memasukkan URL terlebi...