Sabtu, 19 Agustus 2023

DNS Server Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Fungsinya

DNS Server Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Fungsinya


Ketika kamu ingin mengunjungi sebuah website, maka kamu harus memasukkan URL terlebih dahulu. Nah, nama alamat website atau URL yang kamu ketikkan tersebut adalah hasil kerja DNS. Jadi DNS server adalah sistem yang memudahkan kamu saat browsing di internet. Kamu tidak perlu mengetikkan serangkaian IP Address yang rumit untuk mengunjungi website. Untuk lebih lengkapnya, mari kita bahas apa itu DNS Server beserta fungsi dan cara kerjanya!


Pengertian Apa Itu DNS server


Pengertian Domain Name System atau DNS server adalah sebuah sistem yang berfungsi untuk mengkonversi nama domain menjadi alamat IP. Server DNS ini bekerja sebagai jembatan antara nama domain dan alamat IP yang digunakan oleh komputer untuk menemukan lokasi situs web yang dituju. 

Saat seseorang mengakses situs web, browser akan mengirimkan permintaan ke server DNS untuk menemukan alamat IP dari nama domain tersebut. Setelah alamat IP ditemukan, browser akan mengirimkan permintaan ke server web yang bersangkutan untuk mengambil konten dari situs web. Oleh karena itu, server DNS memainkan peran penting dalam memastikan konektivitas internet berjalan dengan lancar. Hal ini membuat proses mengakses situs web atau aplikasi menjadi lebih mudah dan cepat, karena kita tidak perlu mengingat alamat IP yang sulit diingat.

Dengan adanya DNS server, kita dapat mengakses website hanya dengan mengetikkan nama domain-nya pada browser, seperti www.google.com misalnya, bukan dengan mengetikkan alamat IP-nya secara langsung. DNS server akan bertugas untuk mencari dan menyediakan informasi alamat IP yang sesuai dengan nama domain yang dicari.

DNS server bisa diibaratkan sebagai buku telepon besar yang mengaitkan nama domain dengan alamat IP. Setiap kali kita mengakses sebuah website, komputer atau perangkat akan mengirimkan permintaan ke DNS server untuk mencari alamat IP yang sesuai dengan nama domain yang dituju. Kemudian, DNS server akan mengirimkan informasi alamat IP tersebut ke perangkat yang meminta, sehingga kita dapat mengakses situs yang dituju dengan mudah.

   

Fungsi DNS Server

Fungsi utama dari DNS Server adalah untuk memetakan nama domain ke alamat IP dan menyimpan informasi ini dalam cache untuk mempercepat pengaksesan situs web. Setiap kali komputer atau perangkat mobile mencoba mengakses situs web, permintaan akan dikirim ke DNS Server terdekat. Server ini akan mencari alamat IP dari situs yang diminta dan mengirimkan informasi kembali ke perangkat yang meminta. Ini memungkinkan perangkat untuk terhubung dengan server situs web dan menampilkan isi situs.

Menggunakan DNS Server memiliki banyak manfaat, seperti mempercepat waktu pemuatan situs web, mempermudah pengaturan alamat IP dan memungkinkan nama domain yang mudah diingat. Dalam beberapa kasus, juga memungkinkan pengaturan website yang berbeda untuk satu alamat IP, sehingga mempermudah pengaturan dan manajemen situs web.


Cara Kerja DNS Server

Cara kerja DNS server adalah salah satu hal yang penting untuk dipahami dalam dunia teknologi informasi. DNS server memiliki peran utama dalam mengonversikan nama domain ke alamat IP sehingga mempermudah pengguna untuk mengakses suatu situs web. Dalam hal ini, DNS server berfungsi sebagai mesin pencari atau mesin penerjemah nama domain menjadi alamat IP.

Proses cara kerja DNS server dimulai saat pengguna memasukkan nama domain pada browser. Nama domain tersebut akan diteruskan ke DNS server yang terdapat pada jaringan lokal atau provider internet. Jika DNS server tidak menemukan informasi yang dicari, maka DNS server akan mengirimkan permintaan ke DNS server lainnya hingga menemukan informasi yang dibutuhkan.

Setelah informasi ditemukan, DNS server akan mengirimkan informasi alamat IP dari nama domain tersebut ke browser. Browser kemudian akan mengakses alamat IP tersebut dan menampilkan konten dari situs web yang dituju. Proses ini berlangsung secara cepat dan efisien sehingga pengguna dapat mengakses situs web dengan mudah dan cepat.


Propagasi DNS Server Adalah

Struktur DNS server merupakan bagian penting yang harus diketahui dalam memahami cara kerja DNS server. Struktur DNS server terdiri dari dua bagian utama, yaitu hierarki DNS dan zona dan record pada DNS. Hierarki DNS menentukan bagaimana DNS server bekerja dan bagaimana informasi ditemukan. Sementara, zona dan record pada DNS memiliki peran penting dalam menentukan bagaimana informasi diteruskan.

Pada hierarki DNS, terdapat tiga jenis DNS server, yaitu DNS root server, DNS TLD server, dan DNS authoritative server. DNS root server adalah server paling atas dalam hierarki DNS yang bertugas mengatur domain TLD (Top Level Domain) seperti .com, .org, .net, dan lain-lain. DNS TLD server bertugas untuk mengatur domain di bawah TLD seperti contoh.com, misal.org, dan sebagainya. Sedangkan, DNS authoritative server bertugas untuk mengatur informasi yang terkait dengan domain tertentu, seperti alamat IP, MX record, dan lain-lain.

Pada zona dan record pada DNS, terdapat beberapa jenis record yang digunakan dalam DNS. A record adalah record yang menentukan alamat IP dari nama domain. MX record menentukan server email yang digunakan oleh domain. CNAME record menentukan nama alias dari suatu domain. Ada juga beberapa jenis record lain yang digunakan dalam DNS seperti NS record, PTR record, dan lain-lain.

Dengan memahami struktur DNS server, kita dapat mengetahui bagaimana sistem ini bekerja dan bagaimana informasi diteruskan. Struktur DNS server sangat penting untuk dipahami agar kita dapat memanfaatkan DNS server dengan baik dan efisien. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mempelajari lebih lanjut tentang struktur DNS server agar dapat memahami cara kerja DNS server secara keseluruhan.


Kelebihan Menggunakan DNS Server

Menggunakan DNS server memiliki banyak kelebihan bagi penggunanya. Pertama, DNS server mempermudah akses ke internet. Saat kita mengetikkan alamat situs web pada browser, maka DNS server akan memetakan alamat domain ke alamat IP dari situs tersebut, sehingga kita dapat mengakses situs web tersebut dengan mudah.

Kedua, DNS server mempermudah pengelolaan nama domain. Jika ada perubahan pada alamat IP dari sebuah situs web, maka hanya perlu dilakukan perubahan pada DNS server, sehingga pengguna tidak perlu memikirkan perubahan alamat IP tersebut.

Ketiga, DNS server dapat mempercepat waktu loading halaman web. DNS server menyimpan informasi tentang alamat IP dari sebuah domain, sehingga ketika kita mengakses halaman web yang sama, informasi tersebut dapat diambil dari cache DNS server, sehingga waktu loading halaman web dapat dikurangi.

Keempat, menggunakan DNS server dapat membantu dalam mengatasi masalah privasi dan keamanan. Misalnya, dengan menggunakan DNS server yang mengaktifkan fitur DNS over HTTPS, maka informasi yang diteruskan melalui jaringan akan dienkripsi, sehingga tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berwenang.

Kelima, menggunakan DNS server dapat membantu dalam mengatasi masalah blokir situs web. Dengan menggunakan DNS server yang memiliki fitur Smart DNS, maka kita dapat membypass pemblokiran situs web yang diblokir oleh pemerintah atau internet service provider.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa menggunakan DNS server memiliki banyak keuntungan bagi penggunanya, mulai dari mempermudah akses ke internet, mempermudah pengelolaan nama domain, mempercepat waktu loading halaman web, membantu dalam mengatasi masalah privasi dan keamanan, serta membantu dalam mengatasi masalah blokir situs web. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk menggunakan DNS server agar dapat memanfaatkan internet dengan lebih baik dan efisien.


Kekurangan Menggunakan DNS Server

Walaupun menggunakan DNS server memiliki banyak keuntungan, namun juga ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan. Pertama, adalah masalah keamanan. Informasi yang diteruskan melalui jaringan dapat dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti hacker. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk memastikan bahwa DNS server yang digunakan memiliki fitur keamanan yang memadai.

Kedua, adalah masalah ketergantungan. Jika DNS server yang digunakan mengalami masalah, maka kita tidak akan dapat mengakses internet. Hal ini dapat terjadi karena adanya masalah pada server DNS atau jaringan yang digunakan.

Ketiga, adalah masalah kecepatan. Meskipun DNS server dapat mempercepat waktu loading halaman web, namun jika server DNS yang digunakan memiliki kapasitas yang terbatas, maka waktu loading halaman web dapat menjadi lambat.

Keempat, adalah masalah keterbatasan fitur. Beberapa DNS server mungkin tidak memiliki fitur yang dibutuhkan oleh pengguna, seperti fitur Smart DNS atau fitur DNS over HTTPS.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa meskipun menggunakan DNS server memiliki banyak keuntungan, namun juga ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan, seperti masalah keamanan, masalah ketergantungan, masalah kecepatan, dan masalah keterbatasan fitur. 

Nah, sudah paham kan tentang DNS server? Intinya, DNS merupakan sistem yang digunakan untuk memudahkan kamu saat browsing di internet. Kamu tidak perlu lagi mengetikkan serangkaian IP address yang terdiri dari banyak angka yang sulit diingat.

Apa itu Web Server dan Fungsinya?

 Apa itu Web Server dan Fungsinya?


Perkembangan teknologi saat ini membuat orang sadar akan pentingnya teknologi dan mencoba memahaminya. Salah satu hal yang perlu kamu pelajari adalah teknologi web server.

Setiap orang tentu sering menggunakan browser ketika berjelajah di internet. Lantas apa hubungannya web server dengan browser? Singkatnya, browser yang sering kamu pakai bertindak sebagai klien. Browser akan mengirimkan beragam permintaan kepada web server. Itulah salah satu hubungannya. Lalu seperti apa web server itu?

Tenang, jangan khawatir! Pada pertemuan kali ini kita akan membahas mengenai web server dengan fungsinya. Stay on here!


Pengertian Web Server


Di era modern ini tidak afdol jika kamu tidak kenal dengan web server. Apalagi jika akan bergelut dibidang IT. Wajib tahu! Inilah pengertian web server secara teknisnya.

Web server adalah sebuah software (perangkat lunak) yang memberikan layanan berupa data. Berfungsi untuk menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien atau kita kenal dengan web browser (Chrome, Firefox). Selanjutnya ia akan mengirimkan respon atas permintaan tersebut kepada client dalam bentuk halaman web.

Gimana sudah mulai paham kan? Intinya web server adalah penyedia layanan buat klien, di mana klien meminta informasi dalam bentuk website.

Selain itu, kamu harus tahu bahwa web server menjadi salah satu kebutuhan user juga lho. Kenapa? Sebab web server memiliki kapasitas penyimpanan yang besar dan akses yang cepat. Sehingga dapat mencegah terjadinya kesalahan pada suatu website maupun aplikasi.


Fungsi Utama Dari Web Server

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa teknologi yang satu ini berfungsi menerima permintaan HTTP atau HTTPS dari klien atau kita kenal dengan web browser (Chrome, Firefox). Ia juga akan mengirimkan respon atas permintaan kepada client dalam bentuk halaman web yang umumnya HTML.

Jika berbicara secara detail, maka Web Server memiliki peran dalam memproses berbagai data yang diminta oleh klien (web browser). Kemudian ia memberikan hasil atau jawaban berupa dokumen, video, foto, atau beragam bentuk berkas lainnya.


Adapun kita pecah menjadi beberapa bagian fungsi dari web server:

  • Membersihkan berbagai cache yang terdapat pada penyimpanan serta semua dokumen yang tidak terpakai lagi.
  • Melakukan pemeriksaan terhadap sistem security yang berasal dari permintaan HTTP berdasarkan request klien atau web browser.
  • Menyediakan data berdasarkan request atau permintaan yang masuk agar dapat menjamin keamanan sistem yang berjalan dengan lancar.
  • Baca juga ya: Perbedaan HTTP dan HTTPS Lengkap Dengan Penjelasannya


Protokol HTTP dan HTTPS digunakan web server untuk dapat berkomunikasi dengan klien. Dengan protokol HTTP dan HTTPS, komunikasi antar server dengan klien dapat saling terhubung serta dapat dimengerti dengan mudah.


Jenis-jenis Web Server

Sebagai programmer, kamu wajib tahu juga jenis maupun contoh web server yang umum dipakai. Inilah beberapa jenis-jenis dari web server adalah sebagai berikut.


Web Server Apache

Web server yang populer dan paling banyak digunakan kebanyakan orang, yaitu jenis Apache. Pada awalnya Apache didesain guna mendukung penuh sistem operasi UNIX. Selain cukup mudah dalam implementasinya, Apache juga memiliki beberapa program pendukung sehingga memberinkan layanan yang lengkap, seperti PHP, SSI dan kontrol akses. Berikut detailnya:


PHP (Personal Home Page atau PHP Hypertext Processor)

Program semacam CGI, berfungsi memproses teks yang bekerja di server. Apache sangat mendukung PHP dengan menempatkannya sebagai salah satu modulnya (mod_php). Hal tersebut membuat PHP bekerja lebih baik.


SSI (Server Side Include)

Perintah yang bisa disertakan dalam bekas HTML. Kemudian ia dapat diproses oleh web server ketika pengguna mengaksesnya.


Access Control

Kontrol Akses dapat dijalankan berdasarkan nama host atau nomor IP CGI (Common Gateway Interface). Lalu yang paling umum untuk digunakan adalah perl (Practical Extraction and Report Language), disupport oleh Apache dengan menempatkannya sebagai modul (mod_perl).

Apache sangat aman dan nyaman untuk digunakan karena memiliki beberapa keuntungan seperti proses instalasi yang mudah, freeware, dan sistem konfigurasi yang masih tergolong mudah. Selain itu ia juga mampu bekerja pada sistem operasi open atau closed source.


Web Server Nginx

Salah satu pesaing unggul Apache yaitu Nginx. Nginx dikenal mampu melayani segala macam permintaan, seperti request pada dengan tingkat kepadatan lalu lintas atau traffic yang sangat padat. Nginx memang lebih unggul dari segi kualitas, kecepatan, dan dalam hal performanya.

Nginx memiliki banyak kelebihan dalam hal fitur, di antaranya URL rewriting, virtual host, file serving, reverse proxying, access control, dan masih banyak lagi.


Web Server IIS

Web server IIS (Internet Information Services) adalah web server yang bekerja pada jenis protokol seperti DNS, TCP/IP, atau beragam software lainnya yang berguna untuk merangkai sebuah situs.


Web Server Lighttpd

Programmer asal Jerman telah menciptakan web server berbasis open source guna mendukung sistem Linux dan Unix. Bila dilihat dari segi keunggulan, web server yang satu ini memiliki beberapa keunggulan berdasarkan fitur tambahan yang tersedia. Seperti FastCGi, Output-Compression, FastCGi, dan URL Writing. Jika kamu menggunakan web server Lighttpd, kamu akan merasakan performa yang lebih cepat dan efektif.


 

Kesimpulan

Web server memiliki peran penting dalam mengendalikan proses kerja dari sebuah website. Tanpa adanya web server, kamu tidak bisa melakukan permintaan data apapun pada suatu halaman atau page browser. 

Mengenal Remote Server secara Tuntas: Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya

Mengenal Remote Server secara Tuntas: Pengertian, Fungsi dan Cara Kerjanya



Mengenal Remote Server

Tentu akan memudahkan kalau server bisa diakses dari jarak jauh, ya? Anda jadi bisa mengontrolnya tanpa harus ke lokasi server ditempatkan. Kenyataannya, dengan remote server, hal itu bisa dilakukan kok. 

Namun, tahukah Anda apa itu remote server? Di artikel ini, kami akan menjelaskan secara tuntas tentang jenis server ini. Kami juga akan membahas fungsi dan cara kerjanya. Penasaran seperti apa, yuk simak penjelasannya di bawah ini. 



Pengertian Remote Server 

Remote server adalah server yang bisa diakses dari jarak jauh. Jadi, meskipun pengguna tidak berada di jaringan LAN yang sama, bisa tetap masuk ke sistem server tersebut.

Server ini bisa saja Anda letakkan di tempat yang tersembunyi agar tak sembarang diketahui orang. Jadi, lebih menjamin keamanannya. Namun, Anda tetap bisa mengaksesnya tanpa tanpa perlu ke lokasi tersebut.

Apakah semua orang bisa mengakses sebuah remote server? Tentu saja tidak. Sebab, untuk bisa menggunakannya, pengguna harus mengetahui IP server, username , dan password untuk login. 


Cara Kerja Remote Server   

Setelah tahu apa itu remote server, sekarang saatnya memahami cara kerjanya.

Cara kerjanya ini sederhana, kok. Ibaratnya seperti Anda melakukan panggilan telepon. Ponsel Anda adalah komputer untuk mengakses, IP server adalah nomor telepon tujuan: 


Client: “Halo server, izin mau akses secara remote dong”

Remote Server: “Oke, username sama password apa?”

Client: “Ini nih..”

Remote Server: “Benar. Silakan masuk..” 


Nah, jadi kalau sudah berhasil login, baru deh Anda bisa mengakses server secara remote. Sudah cukup jelas, kan? 

Baiklah, mari coba praktekkan cara kerja remote server menggunakan Windows dan Mac. 


Windows 

Inilah cara mengakses remote server menggunakan Windows:

  • Buka menu Start lalu cari “Map network drive” 
  • Windows Map Network Drive
  • Isi kolom folder dengan alamat IP atau hostname dari server yang ingin Anda akses. 
  • Centang “Reconnect at sign-in” untuk terhubung secara otomatis setiap Anda menyalakan komputer. 
  • Tekap tombol finish dan Anda akan mendapatkan shortcut server tersebut. 
  • Selanjutnya klik shortcut dan masukkan username dan password yang telah diset-up. 

MacOS

Berikut ini langkah mengakses remote server menggunakan MacOS:


  • Klik ikon Finder 
  • Buka menu “Go” kemudian klik “Connect to Server”
  • Masukkan alamat IP atau hostname server yang ingin Anda akses. 
  • Jika server tersebut menggunakan OS Windows, tambahkan “sbm://” sebelum alamat IP atau hostname. 
  • Klik “Connect” kemudian, masukkan username dan password. 
  • Itulah cara mengakses selain dengan sistem operasi yang digunakan. Sebenarnya, selain menggunakan aplikasi bawaan dari sistem operasi, Anda juga menggunakan aplikasi lain untuk mengakses server secara remote. 


5+ Aplikasi Remote Server

Nah, ini dia beberapa aplikasi yang biasa digunakan untuk mengakses remote server:


1. Windows Remote Desktop 

Remote desktop merupakan sebuah aplikasi remote yang memang sudah tersedia bagi pengguna yang menggunakan perangkat windows.  

Adapun kelebihan dari Remote Desktop ini adalah sebagai berikut. 

  • Mudah digunakan
  • Server dapat memanipulasi data komputer client dengan mudah 
  • Memiliki fitur chatting dan video call untuk berkomunikasi 
  • Keamanan terjamin karena client tidak dapat memanipulasi data. 
  • Namun, menggunakan Windows Remote Desktop memang menyebabkan loading komputer Anda akan jadi lebih lambat. 


2. Team Viewer

Team Viewer juga merupakan aplikasi remote server yang memungkinkan komputer dapat melakukan berbagi file. 

Team Viewer memiliki beberapa fitur yang dapat memudahkan Anda melakukan kontrol dari jarak jauh. Beberapa keunggulan Team Viewer adalah sebagai berikut. 

• Mudah digunakan

Team Viewer mendukung semua jaringan internet dan bisa digunakan melalui perangkat mobile. 


• Keamanan terjaga 

Dengan 256Bit AES encryption dan ISO27001, semua data akan terenkripsi jadi keamanan data akan lebih terlindungi.


• Remote support 

Jika mengalami kesulitan, Anda bisa memanfaatkan layanan bantuan untuk mengatasi masalah. 


• Terintegrasi dengan Remote Monitoring and Management (RMM) Team Viewer 


Fitur ini memungkinkan infrastruktur server tetap stabil dan terkontrol. 


3. Unified Remote Desktop 

Unified Remote Desktop merupakan aplikasi yang dapat digunakan di berbagai sistem operasi, baik Windows, Mac, ataupun Linux. Anda juga dapat menggunakan aplikasi ini melalui perangkat mobile. 

Untuk bisa saling terkoneksi, baik remote server maupun perangkat yang akan mengakses, harus menginstalnya dulu.

Beberapa fitur unggulan yang bisa Anda gunakan pada aplikasi ini adalah


• Easy Connection 

Aplikasi ini mudah digunakan dan mendukung berbagai koneksi mulai dari jaringan mobile, Wi-Fi maupun bluetooth. 


• Security

Aplikasi ini menyediakan password enkripsi untuk meningkatkan keamanan data. 


• Multiple Themes

Tersedia banyak tema untuk mengganti tampilan aplikasi Anda. 


• Screen Viewer 

Dengan fitur ini, Anda bisa melihat tampilan komputer Anda melalui aplikasi.  


Aplikasi ini dapat Anda unduh secara gratis. Namun, ada juga versi premium dengan fitur-fitur tambahan. 


4. Remote Utilities 

Remote Utilities merupakan aplikasi untuk memudahkan Anda mengatur akses remote server hanya dengan satu kali klik. Remote Utilities menyediakan fitur Active Directory sehingga Anda bisa langsung klik icon dapat mengatur komputer tersebut.


• Remote Utilities 

Adapun beberapa fitur lain yang dapat Anda nikmati adalah: 


• Full Control and View 

Fitur ini membantu Anda melihat tampilan layar komputer target untuk mengontrolnya. 


• Two Factor Authentication 

Fitur two-factor authentication membuat akses lebih aman karena mewajibkan pengguna memasukkan kode khusus ke perangkat yang terdaftar. 


• RDP Integration 

RDP (Remote Desktop Protocol) adalah protokol remote akses yang memungkinkan Anda mengakses perangkat lebih cepat dan aman. Nah jika Anda lebih familiar dengan protokol ini, Remote Utilities bisa menjadi pilihan Anda.


5. Remote PC 

 Selain keempat aplikasi di atas, Anda juga bisa menggunakan aplikasi Remote PC. Aplikasi ini merupakan aplikasi yang user friendly sehingga mudah digunakan. 

Beberapa fitur terbaik yang dimiliki aplikasi ini adalah: 


• Multi-access 

Anda bisa mengundang banyak pengguna untuk mengakses perangkat dengan alamat email.


• Chat via Teks dan Suara 

Anda bisa berkolaborasi dari jarak jauh dengan rekan Anda melalui fitur chat yang tersedia. 


• Dukungan Firewall dan Server Proxy

Dengan enkripsi TLS AES-256, pertukaran data jadi lebih aman. Firewall dan server proxy memungkinkan setiap komputer dilindungi dengan password pribadi. 


• Bantuan dari Tim Support 

Ada layanan bantuan yang siap dihubungi di jam kerja. 


6. Any Desk 

Aplikasi AnyDesk merupakan aplikasi remote server populer yang telah diunduh oleh lebih dari 100 juta pengguna di seluruh dunia. 

AnyDesk membuat Anda dapat mengakses perangkat dari jarak jauh dengan lebih cepat, sebab menyediakan bandwidth yang besar dengan sedikit data. 

Berikut ini beberapa fitur unggulan lain AnyDesk: 


• Built-in Address Book 

Dengan fitur ini, Anda bisa melihat pengguna yang telah terhubung dengan perangkat Anda dan lebih mudah terhubung ke perangkat lain. 


• Keamanan Enkripsi

Dengan teknologi TLS 1.2 standar perbankan, akses pertukaran data yang terjadi akan terjamin keamanannya.  


• Aplikasi Ringan

Ukurannya hanya 3Mb. Jadi, tak banyak memori yang digunakan dan lebih ringan.


Fungsi Remote Server

Inilah beberapa fungsi dari remote server yang bisa Anda manfaatkan. 


1. Menyalakan dan Mematikan Server 

Salah satu fungsi dari remote server, adalah bisa mengaktifkan dan mematikan server dari jarak jauh. Jadi, Anda bisa lebih efektif dalam melakukan maintenance atau mengkonfigurasi server. 


2. Memantau Penggunaan Resource 

Ingin mengetahui penggunaan resource web server Anda? Nah, Anda bisa mengeceknya dengan mudah melalui remote server. Anda bisa terus memantau dan melakukan optimasi supaya resource tidak penuh.


Namun, jika diketahui penggunaan resource telah melebihi batas, Anda bisa merencanakan untuk upgrade server. Sehingga performa website tidak terganggu. 


3. Mudah memantau keamanan

Selain memantau penggunaan resource, Anda juga bisa memantau keamanannya. Menjaga keamanan server dari serangan hacker sangatlah penting. Dengan ini, Anda bisa lebih mudah mendeteksi dan menangani adanya serangan hacker. 


4. Memudahkan Perbaikan Sistem 

Remote server akan memudahkan Anda dalam melakukan perbaikan sistem. Misalnya, server mengalami bug atau error, Anda dapat mengecek dan memperbaiki secara remote. Sehingga, problem bisa segera diatasi dengan cepat. 


5. Mengontrol Komputer Lain

Remote server bisa digunakan untuk mengendalikan komputer lain. Jika komputer Anda didedikasikan sebagai remote server, Anda bisa melakukan kontrol terhadap komputer klien yang terhubung dengan server ini. 

Dengan begitu, Anda bisa membantu pemilik komputer tersebut untuk mengatasi error dengan lebih efektif. 


6. Menghidupkan dan Mematikan Komputer dari Jarak Jauh 

Sebenarnya fungsi ini tidak jauh berbeda dengan fungsi pada poin pertama. Remote server juga dapat digunakan untuk menghidupkan dan menyalakan komputer. 

Di warnet misalnya, komputer server bisa langsung mematikan komputer client ketika tak lagi digunakan. Anda tak perlu bersentuhan langsung dengan komputer client untuk menghidupkan atau mematikan komputer tersebut. Anda jadi lebih hemat waktu dan tenaga, bukan? 

Sudah Paham tentang Remote Server? 

Remote server adalah server yang didedikasikan untuk dapat digunakan secara remote. Untuk bisa menggunakannya, Anda perlu tahu IP server dan login menggunakan user dan password. 

Untuk mengaksesnya cukup mudah. Selain menggunakan aplikasi bawaan sistem operasi, ada banyak aplikasi remote server. Beberapa di antaranya adalah:


Dengan ini Anda bisa lebih mudah melakukan pengaturan, perbaikan, dan pemantauan resource dan keamanan server. 

Semoga informasi yang kami berikan bermanfaat. Jika Anda mengetahui aplikasi remote server lain, silakan sampaikan di kolom komentar ya..


Jumat, 18 Agustus 2023

Apa itu DHCP Server? Kenali Fungsi dan Cara Kerja DHCP Server

Apa itu DHCP Server? Kenali Fungsi dan Cara Kerja DHCP Server


Mengenal DHCP Server: Fungsi dan Cara Kerjanya

DHCP kepanjangan dari Dynamic Host Configuration Protocol. DHCP server adalah sebuah protokol jaringan yang bekerja secara otomatis dalam mengenali perangkat yang terhubung ke jaringan.

Dengan adanya DHCP server, pekerjaan network administrator dalam mengelola jaringan menjadi lebih mudah. Sebab, jenis server yang satu ini memungkinkan penugasan alamat IP secara otomatis kepada perangkat yang terhubung ke jaringan.

Anda ingin mengenal lebih dekat apa itu DHCP? Tenang, artikel ini akan membahas pengertian DHCP server, fungsi dan cara kerja DHCP, sampai perbedaan DHCP server dan DHCP client. Yuk simak penjelasan lengkapnya sekarang!



Apa itu DHCP ?

Dynamic Host Configuration Protocol atau DHCP adalah protokol standar yang memungkinkan server untuk mendistribusikan IP Address secara dinamis kepada perangkat lainnya dalam sebuah jaringan.

Tanpa adanya DHCP, konfigurasi jaringan harus dilakukan secara manual pada setiap komputer untuk mendapat IP Address yang berbeda. Hal ini tentu akan merepotkan dan menghabiskan banyak waktu, terlebih jika dilakukan pada jaringan besar. 

IP Address adalah barisan angka yang dimiliki oleh setiap perangkat yang terhubung ke jaringan, berperan sebagai identitas unik perangkat tersebut. Sehingga, Anda dapat mengakses halaman web, email, dan lainnya.

Dengan menggunakan DHCP, alamat IP perangkat Anda dapat dibagikan ke perangkat lain dalam satu waktu secara otomatis. Fleksibilitas dan efisiensi ini menjadikan DHCP banyak diterapkan pada konfigurasi jaringan.


Fungsi DHCP Server 

Berikut ini beberapa fungsi DHCP server yang perlu Anda ketahui: 


1. Mengelola dan Mendistribusikan Alamat IP

Fungsi DHCP adalah mengelola dan mendistribusikan IP Address ke setiap komputer client. Proses distribusi ini dilakukan ke banyak perangkat sekaligus secara otomatis. Artinya, Anda tak perlu melakukan konfigurasi jaringan pada setiap komputer.


2. Mencegah IP Conflict 

Fungsi lain dari DHCP adalah untuk mencegah IP conflict, yang terjadi akibat adanya dua perangkat yang memiliki kesamaan alamat IP. Jika hal ini terjadi, perangkat tersebut tentu tak dapat terhubung dengan jaringan. 

Dengan menggunakan DHCP, kesalahan dalam pembagian alamat IP dapat diminimalisir. Selain itu, dapat juga mengelola pembagian alamat IP dengan baik sehingga kemungkinan terjadi kesalahan sangat minim. 


3. Memperbarui Alamat IP secara Otomatis 

Alamat IP yang diberikan oleh server biasanya mempunyai masa pemakaian atau masa kadaluarsa. Jika, IP Address masih digunakan tetapi masa pemakaian telah berakhir, Anda perlu meminta alamat IP yang baru.

Dengan Dynamic Host Configuration Protocol, alamat IP yang tersedia dapat diperbarui kembali secara otomatis tanpa perlu repot melakukan konfigurasi jaringan.


4. Mendukung Penggunaan Kembali IP Address 

Alamat IP yang pernah digunakan dapat digunakan kembali oleh komputer client. Namun, untuk menggunakan kembali, perlu dipastikan IP Address sedang tidak digunakan oleh komputer lain. 

DHCP adalah protokol yang membantu Anda mengecek apakah alamat IP sedang off dan bebas pakai. Sehingga, alamat IP dapat dimanfaatkan kembali. 


Cara Kerja DHCP Server


Cara kerja DHCP terdiri dari 4 tahap, yaitu Discover, Offer, Request, dan Acknowledge. Berikut penjelasan untuk masing-masing tahap:


1. Discover

Cara kerja DHCP dimulai dari proses yang disebut Discover. Nah, Discover dilakukan oleh perangkat client akan mengirimkan pesan DHCP DISCOVER ke subnet jaringan menggunakan alamat tujuan 255.255.255.255. Setelah ditemukan, client akan meminta alamat IP yang tersedia pada DHCP server. 


2. Offer 

Setelah DHCP server menerima pesan DHCP DISCOVER dari client, server akan membuat penawaran kepada dengan mengirimkan pesan DHCP OFFER ke client. Pesan tersebut berisi id client, alamat IP yang ditawarkan, subnet mask, durasi penggunaan, dan alamat IP DHCP server.


3. Request

Proses kerja DHCP server berlanjut ke tahap Request. Di sini, client menyetujui penawaran yang diberikan dengan memberikan pesan DHCP REQUEST kepada server. Isi pesannya adalah meminta agar server meminjamkan salah satu IP address yang tersedia di kumpulan alamat IP DHCP. 


4. Acknowledge 

Pada tahap terakhir ini, menerima pesan permintaan dari client, server akan mengirim pesan berupa paket DHC PACK kepada client. Paket ini berisi alamat IP, durasi sewa, dan informasi konfigurasi jaringan lain yang mungkin dibutuhkan client. 

Jika alamat IP telah diberikan, berarti proses konfigurasi IP telah selesai. Setelah itu, server akan memberi tanda bahwa alamat IP tersebut telah dipakai oleh client di database yang mereka miliki. 

Pada akhirnya, komputer client bisa menggunakan jaringan tersebut dan bertukar data dengan komputer client lain di jaringan yang sama. 


Perbedaan DHCP Server dan DHCP Client

DHCP server adalah


Pada DHCP dikenal istilah DHCP server dan DHCP client. Lantas, apa perbedaan keduanya?

Seperti yang sudah dijelaskan, DHCP server adalah sebuah protokol yang bertugas untuk mengelola dan memberikan alamat IP secara otomatis kepada komputer client yang ingin terhubung ke jaringan.

Sedangkan DHCP client adalah perangkat yang menerima konfigurasi jaringan dari DHCP server tersebut. Perangkat client ini dapat berupa laptop, komputer, smartphone, tablet, maupun perangkat lain yang dapat terhubung ke jaringan.

Dari situ, terlihat jelas bahwa DHCP server memiliki fungsi administratif yang lebih kompleks, termasuk kebijakan keamanan serta pengelolaan dan alokasi sumber daya jaringan seperti alamat IP, subnet mask, gateway default, dan DNS server.

Sebaliknya, DHCP client tidak memiliki kemampuan untuk mengonfigurasi jaringan dan mengatur kebijakan keamanan, sehingga ia bergantung pada server untuk memastikan integritas jaringan tersebut.



DHCP adalah Protokol Jaringan yang Wajib Ada!

Dalam artikel ini, Anda telah mengenal apa itu DHCP server, fungsi dan cara kerjanya, serta perbedaan DHCP server dan client. Kepanjangan dari DHCP adalah Dynamic Host Configuration Protocol, yaitu protokol jaringan untuk mendistribusikan alamat IP ke komputer client secara otomatis.

Melalui DHCP, tugas administrator jaringan menjadi lebih mudah karena konfigurasi jaringan dapat dilakukan secara otomatis. Hal ini menghemat waktu dan upaya dalam mengelola sumber daya jaringan.

Dalam dunia yang semakin terhubung dan bergantung pada konektivitas jaringan, DHCP server memainkan peran yang krusial dalam memastikan konektivitas yang efisien dan lancar di dalam jaringan komputer.


Pertanyaan (FAQ) seputar DHCP Server

Berikut adalah beberapa pertanyaan umum mengenai DHCP Server:


1. Apa yang Dimaksud dengan DHCP Server?

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) server adalah sebuah server yang bertanggung jawab untuk memberikan konfigurasi jaringan kepada perangkat yang terhubung ke dalam jaringan, seperti alamat IP, subnet mask, gateway, dan informasi lain yang diperlukan.


2. Apa Keuntungan dari DHCP Server?

Beberapa manfaat menggunakan DHCP server antara lain dapat mengotomatisasi pengaturan jaringan, meningkatkan efisiensi dan skalabilitas, mengurangi risiko kesalahan konfigurasi jaringan, serta memungkinkan penggunaan alamat IP secara dinamis.


3. Bagaimana Cara Mengaktifkan DHCP Server?

Untuk mengaktifkan DHCP server, langkah-langkah adalah sebagai berikut:

  1. Instal dan konfigurasi DHCP server software yang sesuai dengan sistem operasi yang digunakan di server jaringan.
  2. Atur rentang alamat IP yang akan diberikan oleh DHCP server kepada perangkat yang terhubung.
  3. Tentukan konfigurasi jaringan lain yang ingin disediakan oleh DHCP server, seperti subnet mask, gateway, DNS, dan informasi lain yang relevan.
  4. Aktifkan DHCP server dan pastikan bahwa server tersebut terhubung dengan jaringan yang ingin diatur.
  5. Pastikan bahwa perangkat yang terhubung ke jaringan mengatur konfigurasinya untuk mendapatkan alamat IP secara otomatis (DHCP-enabled).
  6. DHCP server akan mulai memberikan konfigurasi jaringan kepada perangkat yang meminta sesuai dengan pengaturan yang telah ditentukan.


4. Jelaskan Apa itu DHCP dan Bagaimana Cara Kerjanya?

DHCP adalah protokol jaringan yang memberikan konfigurasi jaringan kepada perangkat yang terhubung. DHCP bekerja dengan cara merespons permintaan client yang ingin mendapatkan informasi konfigurasi jaringan. Setelah itu, client tersebut dapat mengonfigurasi jaringan berdasarkan informasi yang diberikan oleh DHCP.

Sistem Operasi Jaringan: Pengertian, Jenis, Fungsi dan Contoh

Sistem Operasi Jaringan: Pengertian, Jenis, Fungsi dan contoh




Pengertian Sistem Operasi Jaringan

Sistem operasi jaringan, atau yang juga disebut sebagai network operating system, merupakan sebuah sistem operasi yang difungsikan sebagai pengaturan jaringan. Istilah sistem operasi jaringan mulai populer diakhir tahun 1980an hingga awal tahun 1990an.

Sistem operasi ini memiliki banyak layanan yang bertujuan untuk melayani pengguna, termasuk dalam :

  • layanan berbagai dokumen
  • Layanan berbagi alat pencetak atau printer
  • DNS service
  • HTTP service
  • dan lain sebagainya 

Macam-Macam Sistem Operasi Jaringan

Berdasarkan penggunaannya, terdapat dua jenis sistem operasi jaringan, yaitu sistem operasi jaringan peer-to-peer dan sistem operasi jaringan client-server. Kedua sistem operasi jaringan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Sistem operasi jaringan peer-to-peer dapat menyediakan layanan berbagi sumber daya dan berkas antar komputer yang berada dalam satu jairngan yang sama. Sistem ini juga dilengkapi dengan akses tertentu yang dapat digunakan dalam jaringan terhubung.

Berbeda halnya dari sistem operasi jaringan peer-to-peer, sistem operasi jaringan client-server memberikan jaringan dengan fungsi dan pengaplikasian suatu layanan pada satu atau beberapa komputeri server. Komputer server akan bekerja seperti pusat sistem yang menyediakan pengaturan akses, sumber daya, dan keamanan bagi perangkat-perangkat lainnya yang terhubung.

Sistem operasi jaringan peer-to-peer maupun client-server memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk menyatukan semua perangkat dalam jaringan tanpa memperdulikan waktu dan lokasi perangkat berada.

Jenis kabel jaringan yang digunakan pun khusus sehingga penyambungan antar perangkat dapat terjadi dengan maksimal. Namun, untuk saat ini, sudah banyak sistem operasi jaringan yang menerapkan sistem nirkabel dengan bantuan internet.

Menurut tampilannya, sistem operasi jaringan terbagi dalam 2 jenis yang berbeda, yaitu sistem operasi jaringan berdasarkan GUI (Graphical User Interface) dan sistem operasi jaringan berdasarkan CLI (Command Line Interface). Kedua sistem operasi ini memiliki perbedaan yang jelas pada tampilan, yaitu grafis untuk GUI dan perintah teks untuk CLI.


• Sistem Operasi Jaringan Berbasis Grafis.

Sistem operasi jaringan berbasis grafis (GUI) mengutamakan tampilan gambar atau grafis yang dapat mempermudah kerja pengguna. Jika pengguna mudah mengoperasikannya, maka proses konfigurasi dan penggunaan akan menjadi lebih lancar.

Pengguna sistem operasi jaringan berbasis grafis tidak perlu menghafal dan menggunakan sintax, ataupun bahasa pemrograman tertentu, untuk dapat melakukan perintah. Pengguna hanya perlu mengklik gambar atau icon yang sudah mengandung perintah.

Sistem operasi jaringan berbasis grafis memiliki desain yang menarik. Pengguna menjadi cukup mudah dalam bekerja dan menghasilkan interaksi yang baik dengan komputer. Selain itu, resolusi gambar yang dihasilkan pada sistem operasi ini sangatlah tinggi.

Walaupun demikian, sistem operasi jaringan GUI membutuhkan memori yang cukup besar. Perangkat keras yang anda gunakan juga cukup banyak berpengaruh terhadap kerja sistem operasi ini. Sistem ini kurang cocok untuk setiap orang yang bekerja dibidang pemrograman.

Beberapa contoh sistem operasi jaringan berbasis GUI yang dapat anda temukan dipasaran adalah Windows NT 3.51, Windows 200 (NT 5.0), Windows Server 2003, Windows XP, Linux Redhat, Microsoft MS-NET, Microsoft LAN Manager, dan Novel Netware.


• Sistem Operasi Jaringan Berbasis Teks.

Sistem operasi jaringan berbasis teks, atau CLI, memerlukan perintah berupa teks dan perintah DOS untuk dapat menjalankan kerjanya. Pengguna sistem operasi ini harus menghafal beberapa rangkaian perintah tertentu untuk dapat melakukan sebuah proses konfigurasi.

Sebenarnya, sistem ini mudah untuk dioperasikan dan tidak membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Memori dalam komputer tidak harus besar dan cukup kompatibel dengan semua perangkat keras dan lunak yang ada.

Namun, untuk dapat menggunakan sistem operasi ini dengan baik, anda perlu menghafal setiap perintahnya sehingga kurang cocok untuk pemula. Selain itu, sistem operasi jaringan tidak kompatibel terhadap perangkat lunak yang berbasis grafis.

Beberapa contoh sistem operasi berbasis teks yang dapat anda temui dipasaran adalah Linux Debian, Linux Suse, Linux Mandrake, UNIX, Sun Solaris, Knoppix, MacOS, Windows NT, Windows 2000 Server, dan Windows 2003 Server.


Karakteristik Sistem Operasi Jaringan

Sistem operasi jaringan memiliki beberapa karakteristik yang cukup kuat, beberapa diantaranya adalah :


• Pusat Kendali Sumber Daya Jaringan

Sistem operasi jaringan akan dipasang pada komputer server tertentu. Tentunya, pemasangan sistem operasi jaringan ini memiliki tujuan kendali terhadap sumber daya yang digunakan dalam jaringan tertentu.


• Akses Aman Dalam Jaringan

Sistem operasi jaringan dapat memberikan akses aman ke dalam jaringan yang terkoneksi. Hal ini disebabkan karena sistem operasi jaringan memiliki sistem sekuritas yang lebih baik jika dibandingkan dengan sistem operasi biasa.


• Koneksi Remote User dengan Jaringan

Sistem operasi jaringan dapat mengatur koneksi remote user dengan jaringan. Akibatnya, remote komputer client dapat dilakukan dengan mudah oleh teknisi.


• Koneksi User dengan Jaringan Lainnya

Sistem operasi jaringan dapat memungkinkan setiap penggunanya, atau komputer server, untuk masuk ke komputer klien melalui jaringan internet. Selain itu, komputer klien juga dapat mengontrol user dari mana saja asalkan terhubung dengan jaringan internet.


• Backup Data dan Kepastian Ketersediaan Data

Sistem operasi jaringan dapat melakukan backup data yang ada. Kondisi ini dapat membantu setiap penggunanya untuk mendapatkan kepastian mengenai ketersediaan data yang diperlukan.


Fungsi Sistem Operasi Jaringan

Beberapa tugas umum yang dapat diasosiasikan dengan penggunaan sistem operasi jaringan adalah:

  • Manajemen administrasi pengguna
  • Memantau keamanan sumber daya jaringan
  • Mengatur aktivitas perawatan sistem
  • Tugas-tugas dengan berkas manajemen lainnya

Jika dituliskan secara detail, ada 9 fungsi utama sistem operasi jaringan yang umum ditemukan, antara lain :

  • Menjadi penghubung beberapa komputer dengan perangkat lainnya dalam sebuah jaringan yang telah dibuat.
  • Melakukan pengelolaan sumber daya jaringan yang telah dibuat.
  • Memberikan layanan tertentu untuk setiap perangkat yang terhubung dalam jaringan.
  • Memberikan keamanan jaringan bagi semua pengguna yang terhubung dalam jaringan.
  • Memberikan kemudahan dalam proses penambahan perangkat klien dan sumber daya lainnya.
  • Melakukan proses distribusi program dan pembaruan perangkat lunak di setiap perangkat klien yang terhubung jaringan.
  • Melakukan proses pengawasan status dan fungsi setiap elemen yang berada dalam jaringan.
  • Membantu setiap toleransi kesalahan yang mungkin terjadi pada setiap perangkat yang terhubung dalam jaringan.
  • Memaksimalkan kerja dan fungsi komputer server pada setiap komputer klien yang terhubung dalam jaringan.

Cara Kerja Sistem Operasi Jaringan

Cara kerja sistem operasi jaringan memiliki beberapa perbedaan dari cara kerja komputer pribadi pada umumnya. Ada 4 komponen utama dalam sistem jaringan komputer untuk dapat memenuhi standar pokok, yaitu :

  • Sender  sebagai pengirim data informasi
  • Protokol sebagai pengokode data informasi
  • Media transmisi sebagai medium saat transfer data
  • Receiver sebagai penerima data informasi

Modem (modulator demodulator) diperlukan dalam sistem jaringan komputer untuk dapat melakukan pertukaran informasi. Alat ini akan mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital, ataupun sebaliknya.

Untuk sistem operasi jaringan klien server, akan ada 1 komputer server dan beberapa komputer klien. Tugas sebuah komputer menjadi server atau klien dapat diubah-ubah melalui perangkat lunak jaringan pada protokol. Komputer server dapat mengakses semua komputer klien, dan semua komputer klien dapat memberikan informasi pada komputer server.

Kondisi klien server jelas berbeda dengan sistem operasi jaringan peer-to-peer dimana semua komputer memiliki fungsi dan kerja yang sama dalam pengiriman dan penerimaan data. Dengan kata lain, komputer dalam sistem operasi jaringan peer-to-peer bekerja sebagai klien dan server sekaligus.


Contoh Sistem Operasi Jaringan

Beberapa contoh sistem operasi jaringan adalah :


1.Banyan VINES

Banyan Virtual Integrated Network Service merupakan sebuah network operating system yang populer pada tahun 1980an hingga awal 1990. Sistem ini banyak digunakan oleh perusahaan dan korporat pada zaman itu. Xerox Network System (XNS) merupakan dasar utama dari pembuatan sistem operasi jaringan ini.

Jenis sistem operasi jaringan yang dimiliki oleh Banyan VINES adalah jaringan terdistribusi klien server. Klien dapat mengakses sumber daya yang sama dalam server melalui jaringan terhubung.


2.Novel Netware

Novel Netware merupakan sistem operasi jaringan yang digunakan pada komputer atau PC yang berasal dari IBM. Sistem operasi ini dibuat dan dikembangkan oleh Novell Inc., dengan basis yang kurang lebih mirip dengan Banyan VINES, yaitu Xerox XNS.

Pada zaman dahulu, Novel Netware hanya digunakna sebagai LAN-based network operating system. Kondisi tersebut masih terus terjadi sampai pertengahan tahun 1990an dan akhirnya Novel Netware digunakan sebagai sistem operasi jaringan.


3.Microsoft LAN Manager

LAN Manager merupakan salah satu sistem operasi jaringan yang dibuat dan dikembangkan oleh Microsoft Corporation. Untuk pembuatan LAN Manager, Microsoft Corporation juga bekerjasama dengan 3Com Corporation. Sistem operasi jaringan LAN Manager dirancang sebagai penerus perangkat lunak server jaringan 3+share yang bekerja bersamaan dengan sistem operasi MS-DOS.


4.Microsoft Windows NT Server

Non-dedicated server diterapkan dengan baik pada Microsoft Windwos NT Server. Kondisi ini dapat memungkinkan setiap pengguna untuk bekerja pada komputer server. Sistem operasi jaringan ini juga menggunakan protokol jaringan TCP/IP.

Microsoft Windows NT Server menajdi sistem operasi 32-bit pertama dari Microsoft dan menjadi leluhur dari sistem operasi selanjutnya, termasuk diantaranya adalah Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, Windows 98, Windows 2000 Profesional, Windows XP Profesional, dan Windows NT Workstation.

Semua Windows turunan Microsoft Windows NT Server tidak dipakai oleh server. Walaupun demikian, sistem operasi diatas dapat digunakan untuk menyediakan sumber daya jaringan (work station), termasuk pengaksesan data/dile dan penggunaan printer.


5.GNU/LINUX

GNU/LINUX merupakan sistem operasi turunan UNIX. Sistem operasi ini tergolong dalam sistem operasi yang freeware, powerfull, dan memiliki banyak implementasi lengkap dari segi TCP/IP. UNIX memiliki beberapa varian sistem operasi, termasuk diantaranya adalah SCO OpenServer, Novell UnixWare, dan Solaris.


UNIX dapat melakukan kerja proses dalam jumlah besar dan menyediakan layanan internet secara bersamaan. Tidak tanggung-tanggung, layanan internet yang dapat disediakan UNIX termasuk web server, FTP server, terminal emulation (telnet), akses database, dan Network File System (NFS). Kondisi ini membuuat setiap klien dapat mengakses berkas yang tersimpan dalam komputer dengan menggunakan sistem operasi jaringan UNIX ini.

DNS Server Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Fungsinya

DNS Server Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Fungsinya Ketika kamu ingin mengunjungi sebuah website, maka kamu harus memasukkan URL terlebi...